Minggu, 08 Mei 2016

Fakta Seputar Wawancara Kerja



Anda mungkin pernah mendengar ada beberapa orang yang berkoar-koar bahwa mereka tak pernah melakukan persiapan untuk menghadapi tes wawancara kerja dan ternyata wawancaranya juga berlangsung oke-oke saja. Jika kita lakukan penelusuran lebih dekat, maka biasanya yang terjadi adalah beberapa hal di bawah ini:
1.      Dia sedang beruntung, ada di tempat yang tepat dan disaat yang tepat. Kok bisa? Ya, sebenarnya faktor keberuntungan inilah yang tidak dapat kita prediksikan. Kita tidak pernah tahu pada urutan ke berapa kita akan diinterview. Jika anda kebetulan menjadi orang pertama yang diinterview, maka menurut pengalaman saya, anda adalah orang yang beruntung,  alasannya ?
1)      Jika anda diinterview pertama, setidaknya anda tidak perlu terlalu dini melihat wajah pucat (kadang merah) para kandidat lain yang baru keluar dari ruang interview. Karena apapun yang anda lihat saat itu secara tidak langsung mempengaruhi psikologis anda.
”buset dah mpe pucet gitu, sepertinya pertanyaannya susah-susah, mampus dah gue.....”
Bahkan, jika ada kandidat yang nampak begitu percaya diri keluar dari ruang interview, tak jarang kita yang melihatnya menjadi setengah pesimis.
”wah tu orang sepertinya wawancaranya sukses, jangan-jangan belum ditanya sudah dijawab. Habis udah pertanyaan buat gue.”
2)      Jika anda diinterview pertama, biasanya pertanyaan masih sedikit dan bersifat umum alias belum dibanding-bandingkan dengan kandidat yang lain. Ya, resikonya hanya sedikit dari diri anda yang tergali. Jadi, anda harus lebih aktif pada kesempatan tersebut, namun tetap menjadi pendengar yang baik alias jangan memotong pembicaraan interviewer sebelum diperintahkan menjawab, meskipun mulut dan otak anda sudah penuh dengan jawaban-jawaban brilian.
3)      Jika anda diinterview di awal, dipastikan mood interviewer masih bagus sehingga ekspresi dari interviewer yang welcome dan bersahabat akan membuat anda lebih percaya diri menjalani wawancara. Sangat tidak menguntungkan jika anda mendapat urutan terakhir atau urutan di atas 5, karena diperkirakan interviewer telah jenuh karena harus mengulangi pertanyaan yang sama dan tak jarang mood-nya mulai kurang bagus, serta diri anda akan dibanding-bandingkan dengan para kandidat sebelumnya. Akibatnya, hasil wawancara anda pun kemungkinan kurang memuaskan.
2.      Dia punya koneksi yang bagus;
3.      Dia bermain di pasar tenaga kerja di mana terdapat permintaan yang tinggi dengan suplai yang rendah;
4.      Dia melamar pada pekerjaan yang tak berada jauh dari zona nyaman mereka; atau
5.      Dia melamar kerja secara internal (dalam perusahaan) dan pesaingnya adalah kandidat dari luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar