Anda mungkin pernah mendengar ada beberapa orang
yang berkoar-koar bahwa mereka tak pernah melakukan persiapan untuk menghadapi
tes wawancara kerja dan ternyata wawancaranya juga berlangsung oke-oke saja.
Jika kita lakukan penelusuran lebih dekat, maka biasanya yang terjadi adalah
beberapa hal di bawah ini:
1.
Dia sedang beruntung, ada di tempat yang tepat dan disaat yang tepat. Kok
bisa? Ya, sebenarnya faktor keberuntungan inilah yang tidak dapat kita
prediksikan. Kita tidak pernah tahu pada urutan ke berapa kita akan diinterview.
Jika anda kebetulan menjadi orang pertama yang diinterview, maka menurut
pengalaman saya, anda adalah orang yang beruntung, alasannya ?
1)
Jika anda diinterview pertama, setidaknya anda tidak perlu terlalu dini
melihat wajah pucat (kadang merah) para kandidat lain yang baru keluar dari
ruang interview. Karena apapun yang anda lihat saat itu secara tidak langsung
mempengaruhi psikologis anda.
”buset dah mpe pucet gitu, sepertinya
pertanyaannya susah-susah, mampus dah gue.....”
Bahkan, jika ada kandidat yang nampak begitu
percaya diri keluar dari ruang interview, tak jarang kita yang melihatnya
menjadi setengah pesimis.
”wah tu orang sepertinya wawancaranya sukses,
jangan-jangan belum ditanya sudah dijawab. Habis udah pertanyaan buat gue.”
2)
Jika anda diinterview pertama, biasanya pertanyaan masih sedikit dan bersifat
umum alias belum dibanding-bandingkan dengan kandidat yang lain. Ya, resikonya
hanya sedikit dari diri anda yang tergali. Jadi, anda harus lebih aktif pada
kesempatan tersebut, namun tetap menjadi pendengar yang baik alias jangan
memotong pembicaraan interviewer sebelum diperintahkan menjawab, meskipun mulut
dan otak anda sudah penuh dengan jawaban-jawaban brilian.
3)
Jika anda diinterview di awal, dipastikan mood interviewer masih bagus sehingga
ekspresi dari interviewer yang welcome dan bersahabat akan membuat anda lebih
percaya diri menjalani wawancara. Sangat tidak menguntungkan jika anda mendapat
urutan terakhir atau urutan di atas 5, karena diperkirakan interviewer telah
jenuh karena harus mengulangi pertanyaan yang sama dan tak jarang mood-nya
mulai kurang bagus, serta diri anda akan dibanding-bandingkan dengan para
kandidat sebelumnya. Akibatnya, hasil wawancara anda pun kemungkinan kurang
memuaskan.
2.
Dia punya koneksi yang bagus;
3.
Dia bermain di pasar tenaga kerja di mana terdapat permintaan yang tinggi
dengan suplai yang rendah;
4.
Dia melamar pada pekerjaan yang tak berada jauh dari zona nyaman mereka;
atau
5.
Dia melamar kerja secara internal (dalam perusahaan) dan pesaingnya
adalah kandidat dari luar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar