1) Mempelajari dengan baik dan detail info yang anda
berikan/tuliskan dalam surat lamaran dan daftar riwayat hidup. Karena biasanya
saat wawancara, interviwer akan membawa serta surat lamaran dan daftar riwayat
hidup/CV anda sebagai panduan. Jadi, jangan sampai jawaban anda tidak sesuai
dengan apa yang anda tulis. Untuk itu, pikirkan baik-baik dan jujur saat anda
menulis surat lamaran dan CV.
2) Pelajari atau ingat-ingat apa yang pernah ditanyakan
dalam wawancara yang pernah anda lakukan sebelumnya. Ini memberikan anda gambaran
tentang diri anda sendiri dan mempersiapkan diri anda jika muncul pertanyaan
yang sama. ”Ingat, hanya keledai bodoh yang terperosok dua kali pada lubang
yang sama.”
3) Mengumpulkan sebanyak mungkin informasi terkait
dengan perusahaan yang dituju, terutama melalui internet dan mungkin media yang
lain. Usahakan untuk membuat satu pertanyaan terkait dengan perusahaan
berdasarkan informasi yang anda dapatkan. Ini menunjukkan anda tertarik dengan
perusahaan dan telah melakukan persiapan yang baik. Jangan sampai anda nampak
seperti orang tersesat, hendak memasuki perusahaan baru dimana anda sendiri
tidak tahu mengenai perusahaan itu. Aneh kan?
4) Pastikan anda datang 30 menit sebelum wawancara
dimulai dan jangan lupa sarapan sebelum berangkat karena biasanya sesi
wawancara memakan waktu lama dan mengantri, bawa minum sendiri, shalat duha
sebelum berangkat untuk anda yang muslim, mohonlah restu kedua orang tua
terutama ibu, karena doa ibu adalah suara Tuhan. Ini penting, agar anda lebih
siap dan rileks menghadapi wawancara. Jangan sampai anda stress di awal karena
datang terlambat, hilang konsentrasi karena perut lapar, dan sebagainya. Selain
itu, tak ada salahnya anda juga banyak-banyak bersedekah sebelumnya, siapa tahu
semakin banyak orang mendoakan anda, maka jalan anda mendapatkan pekerjaan
semakin mulus.
5) Siapapun anda, sebanyak dan sehebat apapun saingan
anda, ingatlah kita semua manusia, siapapun bisa melakukan kesalahan. Yang
terpenting, jangan diri anda yang melakukan kesalahan itu. Ini penting, karena
banyak dari kita kalah sebelum bertanding, nyali kita mendadak ciut ketika
melihat saingan kita nampak begitu meyakinkan, lulusan dari universitas
terkenal, dia bilang wawancaranya gampang, dll. ”Bukankah anda akan lebih hebat
jika mampu mengalahkan mereka-mereka yang nampak hebat di mata anda itu ?”
6) BERDOALAH semoga diberi kemudahan dan
kelancaran dalam wawancara. Karena tidak sedikit orang yang diterima kerja
justru bukan karena hasil wawancaranya yang baik atau prestasinya, namun karena
keberuntungan. Contoh nyata, Cahya teman sekantor saya, diterima sebagai CPNS
bukan karena hasil tes tertulis ataupun wawancaranya yang brilian, tetapi
karena saat itu satu-satunya saingan dia yang sebenarnya lebih berpeluang
diterima, justru tidak datang saat sesi wawancara, artinya ia mendadak menjadi
kandidat tunggal. Seperti kita ketahui bersama, doa adalah senjata ampuh yang
tak terlihat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar