Minggu, 08 Mei 2016

Sekilas tentang Wawancara



W
awancara kerja atau interview adalah gerbang terakhir yang memisahkan antara anda dengan pekerjaan impian anda. Segala upaya dan kerja keras anda dalam melakoni seleksi berkas administrasi dan rangkaian tes tertulis akan menjadi tampak sia-sia jika anda gagal melalui tahapan tes terakhir ini. Sebagian besar para jobseekers menganggap tahap wawancara sebagai momok paling menakutkan dibandingkan tahap-tahap lainnya. Bahkan, tak jarang cerita miring alias angker pun berhembus kencang dari orang-orang yang telah menjalani wawancara.
”gila yang nanya killer banget.”
”duh kenapa mesti tanya soal itu.”
”sial, gue dikejar terus dengan pertanyaan gaji.”
”mampus dah gue, kebagian bapak yang sangar itu.”
Pernyataan-pernyataan itu, pelan tapi pasti menghantui diri anda. Akibatnya, tanpa sadar pengalaman buruk orang lain  itu seolah telah menjadi pengalaman hidup anda. Apa untungnya ? entahlah, tapi yang pasti menambah penderitaan anda. Penderitaan itu perih, bung !
Mulai sekarang, berhentilah memikirkan semua omong kosong itu. Pernahkah anda mendengar ada orang yang mendadak meninggal setelah wawancara kerja gara-gara tak bisa menjawab?  pernahkah juga anda mendengar, ada orang babak belur gara-gara salah menjawab saat sesi wawancara kerja? Tidak ada bukan, yang ada hanya 2 kemungkinan, pertama wawancara anda sukses sehingga andalah kandidat yang diterima kerja dan yang kedua wawancara anda gagal total.
Oleh karena sifatnya yang interaktif, wawancara kerja akan memberikan sudut pandang yang berbeda bagi perusahaan tentang diri anda. Jika selama ini anda dinilai hanya berdasarkan lembaran kertas, maka melalui sebuah wawancara kerja anda berkesempatan untuk menunjukkan kepada perusahaan tersebut tentang siapa diri anda, sekaligus meyakinkan kepada mereka bahwa andalah kandidat terbaik untuk mengisi posisi yang ditawarkan tersebut. Sekarang, menurut anda wawancara kerja itu peluang, tantangan atau batu sandungan? jawaban anda sangat menentukan hasil wawancara anda.
Sebuah wawancara kerja bukan hanya bertujuan untuk menilai knowledge, skill, dan abilities calon karyawan, tetapi juga bermaksud untuk mengenali cara pikir, sikap dan perilaku mereka. Meski anda merasa brilian bin jenius, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan. Tak banyak orang yang tercipta dengan keahlian disemua bidang. Siapapun anda, percayalah peluang itu selalu ada, hanya saja orang yang memiliki persiapan matang tentunya yang memiliki kesempatan lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar