|
W
|
awancara kerja atau
interview adalah gerbang terakhir yang memisahkan antara anda dengan
pekerjaan impian anda. Segala upaya dan kerja keras anda dalam melakoni seleksi
berkas administrasi dan rangkaian tes tertulis akan menjadi tampak sia-sia
jika anda gagal melalui tahapan tes terakhir ini. Sebagian besar para jobseekers
menganggap tahap wawancara sebagai momok paling menakutkan dibandingkan tahap-tahap
lainnya. Bahkan, tak jarang cerita miring alias angker pun berhembus kencang
dari orang-orang yang telah menjalani wawancara.
”gila yang nanya killer banget.”
”duh kenapa mesti tanya soal itu.”
”sial, gue dikejar terus
dengan pertanyaan gaji.”
”mampus dah gue, kebagian
bapak yang sangar itu.”
Pernyataan-pernyataan itu, pelan tapi pasti
menghantui diri anda. Akibatnya, tanpa sadar pengalaman buruk orang lain itu seolah telah menjadi pengalaman hidup
anda. Apa untungnya ? entahlah, tapi yang pasti menambah penderitaan anda.
Penderitaan itu perih, bung !
Mulai sekarang, berhentilah memikirkan semua
omong kosong itu. Pernahkah anda mendengar ada orang yang mendadak meninggal
setelah wawancara kerja gara-gara tak bisa menjawab? pernahkah juga anda mendengar, ada orang
babak belur gara-gara salah menjawab saat sesi wawancara kerja? Tidak ada
bukan, yang ada hanya 2 kemungkinan, pertama wawancara anda sukses sehingga
andalah kandidat yang diterima kerja dan yang kedua wawancara anda gagal total.
Oleh karena sifatnya yang interaktif, wawancara
kerja akan memberikan sudut pandang yang berbeda bagi perusahaan tentang diri
anda. Jika selama ini anda dinilai hanya berdasarkan lembaran kertas, maka
melalui sebuah wawancara kerja anda berkesempatan untuk menunjukkan
kepada perusahaan tersebut tentang siapa diri anda, sekaligus meyakinkan kepada
mereka bahwa andalah kandidat terbaik untuk mengisi posisi yang ditawarkan
tersebut. Sekarang, menurut anda wawancara
kerja itu peluang, tantangan atau batu sandungan? jawaban anda sangat
menentukan hasil wawancara anda.
Sebuah wawancara kerja bukan hanya bertujuan
untuk menilai knowledge, skill, dan abilities calon karyawan, tetapi juga
bermaksud untuk mengenali cara pikir, sikap dan perilaku mereka. Meski anda
merasa brilian bin jenius, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan
akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan
nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya? tidak smart dan
taktis dalam menjawab pertanyaan. Tak banyak orang yang tercipta dengan
keahlian disemua bidang. Siapapun anda, percayalah peluang itu selalu ada,
hanya saja orang yang memiliki persiapan matang tentunya yang memiliki kesempatan
lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar