Minggu, 08 Mei 2016

Pertanyaan apa saja yang sering ditanyakan para interviewer ? (Bagian 4)



 1.      Bagaimana anda menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul tiba-tiba ?
Contoh respon; ”Tetap tenang sambil memikirkan solusi yang terbaik.”
2.      Apakah anda punya jiwa kompetitif?
Contoh respon; “Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan agar bisa sukses di lingkungan korporat. Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi secara ganas dengan rekan kerja untuk mendapatkan pengakuan, kenaikan gaji atau promosi. Bila saya bekerja dengan baik dan selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan datang.
Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri. Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya sendiri untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.”
3.   Dalam situasi atau kondisi seperti apa, anda memiliki kemungkinan paling besar untuk berbuat kesalahan ?
Contoh respon; ”Situasi mendesak, sehingga kurang teliti dan memungkinkan beberapa hal terlewatkan.”
4.      Keputusan apa yang terasa sulit bagi anda ? Berikan Contohnya !
Contoh respon; ”Memilih 1 dari  2 hal yang terbaik atau 1 dari 2 hal yang terburuk. Misalnya, menjaga kepuasan pelanggan dengan mengganti kerugiannya atau menghindari kerugian tetapi pelanggan kita terancam pergi.”
5.      Berapa banyak waktu yang anda habiskan bersama keluarga?
Contoh respon; “Saya rasa saya biasa menghabiskan waktu yang cukup dengan keluarga saya. Bagi saya, keluarga itu penting. Adalah keterikatan yang kuat dengan keluarga yang membuat saya amat temotivasi untuk sukses dalam karir. Keluarga saya adalah inpsirasi saya dalam bekerja keras.
Saya juga miliki tanggung jawab yang besar pada pekerjaan saya, seperti halnya tanggung jawab saya pada keluarga. Dan hal ini telah dimengerti dengan baik oleh keluarga saya. Keluarga saya memahami bahwa saya memiliki komitmen profesional yang harus dijaga terkait dengan karir dan pekerjaan.”
6.      Pertanyaan "aneh"
Jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan gambaran bagi si pewawancara untuk mengetahui kepribadian calon karyawan, termasuk juga motivasi serta kekuatannya.
Bila anda diberi pertanyaan seperti ini, jangan panik. Tarik napas dan tenangkan diri sebelum menjawabnya. Ingatlah bahwa tidak ada jawaban "benar atau salah" untuk pertanyaan ini. Terkadang pertanyaan ini juga dilontarkan untuk melihat reaksi anda dan bagaimana anda mengatasi hal-hal tak terduga. Misalnya, bagaimana pendapat anda ketika melihat seorang pengusaha yang mengkoleksi mobil-mobil mewah, padahal banyak rakyat kita yang justru hidup kesusahan?
7.      Apakah hobi anda ?
Pertanyaan tentang hobi kelihatannya sepele, tapi jika anda tidak hati-hati maka anda akan dibuat mati kutu.
Jika anda hobi membaca maka harus jelas, membaca apa (kalau buku jenis apa) dan pastikan anda paham sebagian besar apa yang pernah anda baca. Contoh, membaca novel, judul apa yang paling anda suka, bagian menariknya dimana, siapa pengarangnya, dll.
Sialnya, jika si pewawancara secara kebetulan memiliki hobi yang sama dengan anda, maka pastinya akan ada banyak hal yang ia tanyakan. Oleh sebab itu, jujurlah pada diri sendiri, jangan mengatakan hal yang sebenarnya bukan hobi anda. Aneh rasanya, jika kita bingung dengan jawaban kita sendiri atau hobi kita sendiri.
8.      Bagaimana saya mempersiapkan diri untuk pertanyaan yang belum pernah saya dengar sebelumnya?
Jangan asal memberikan jawaban. Yang harus anda lakukan :
  • Berpikirlah sebentar untuk menentukan jawaban yang cocok. Dengarkan pertanyaannya dengan seksama.
  •  Jangan memikirkan jawaban anda pada saat pewawancara masih berbicara.
  • Tawarkan diri anda! Tunjukkan kelebihan anda yang akan sangat berguna bagi perusahaan tersebut.
  • Fokus pada pengalaman kerja, kursus atau kualifikasi pribadi yang akan memberikan nilai tambah pada pekerjaan tersebut.
  • Tawarkan sesuatu. Bicarakan bahwa anda akan memberikan kontribusi yang besar kepada organisasi. Yakinkan bahwa anda dapat menyelesaikan masalah dan memenuhi tuntutan perusahaan.
  • Bersikap tegaslah. Ini berarti bukan agresif, tapi yakin akan kemampuan anda.
  •  Jangan mengkritik. Jangan menjatuhkan perusahaan sebelumnya, atasan di perusahaan terdahulu atau teman kerja. Hal ini hanya akan memberikan nilai negatif kepada anda.
  • Jujurlah apabila ada hal yang belum pernah anda kerjakan sebelumnya. Tapi, jangan meminta maaf dan fokuslah pada atribut yang anda miliki.
9.      Saya tidak tahu apa yang harus saya tanyakan ketika pewawancara menanyakan saya “Apakah anda punya pertanyaan?”
          Apakah anda ingin wawancara tersebut cepat berakhir? Jangan menanyakan hal yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Perhatikan bahwa wawancara adalah komunikasi dua arah. Jangan tanyakan apapun yang bisa memberi kesan bahwa anda tidak tertarik dan kurang inisiatif. Pertanyaan ini hampir pasti ditanyakan pada sesi terakhir, untuk itu persiapkanlah pertanyaan yang ingin anda ketahui.
Pertanyaan-pertanyaan yang bisa anda tanyakan :
          Bisakah anda mendeskripsikan kandidat yang cocok untuk posisi ini?
          Kapan anda bisa mengambil keputusan ?
          Apakah ada lowongan baru atau mengapa posisi ini ditawarkan/kosong ?
          Bagaimana gaya manajemen pimpinan ?
          Apakah perusahaan menyediakan pendidikan berkelanjutan ?
          Apakah ada evaluasi reguler terhadap performance karyawan ?
          Apakah ada periode pelatihan ? dan oleh siapa ?
          Apakah banyak pegawai yang masih bertahan di perusahaan ini ?
10.  Ceritakan kegiatan anda di waktu senggang?
Contoh respon; ”Ketika ada waktu senggang saya lebih suka membersihkan rumah, membaca dan bersantai. Tapi terkadang saya mengundang teman-teman ke rumah untuk sekedar ngobrol dan makan-makan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar