1.
Pertanyaan
"gaji". Berapa gaji yang anda inginkan?
Jangan berikan jawaban gamblang di awal.
Bila anda ditanya gaji yang diminta, cobalah untuk membelokkan pertanyaan
dengan mencari keterangan mengenai standar gaji yang berlaku untuk posisi yang
akan anda masuki.
Contoh respon; ”sebenarnya masih sulit buat saya untuk menentukan gaji yang
pantas untuk posisi ini di perusahaan ini, karena saya tidak tahu standar gaji
disini.”
Bila si pewawancara tetap meminta anda menyebutkan angka, berikan jawaban
berupa kisaran angka. Untuk menemukan kisaran yang tepat, pikirkan jumlah gaji
yang anda inginkan, gaji anda sekarang dan standar gaji di pasaran untuk posisi
anda. Pertanyaan mengenai gaji termasuk hal penting, karena itu persiapkan
jawabannya dengan baik.
Secara umum yang saya tahu, untuk entry level tingkat pendidikan DIII
sekitar 1,3 jt - 1,8 jt dan untuk S1 berkisar 1,6 jt – 2,3 jt tergantung jenis
perusahaan dan jabatan/posisi. Pendidikan S1 di perusahaan lokal dengan BUMN
standar gajinya berbeda tentunya, untuk itu cobalah cari tahu.
Pertanyaan Gaji bak
sebuah perangkap
Bisa jadi anda akan menemui skenario tidak ideal. Misalnya, anda ditanya
masalah gaji di awal wawancara;
Contoh respon; “Mohon maaf, Pak. Karena saya masih
belum ada gambaran yang jelas terkait bagaimana posisi ini, maka sebenarnya
cukup sulit bagi saya untuk menyebutkan angka. Saya berharap Bapak berkenan
untuk terlebih dahulu memberi saya gambaran dari posisi ini, dan juga rentang
gaji yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.”
Sesulit apapun pertanyaan tentang gaji, pada
kenyataannya sejauh ini saya belum pernah mendengar kabar bahwa ada seseorang yang
gagal diterima kerja gara-gara salah menyebutkan besaran gaji. Justru yang ada
adalah orang yang sengaja memasang tarif tinggi untuk keahliannya sehingga
perusahaan tak sanggup memenuhinya alias jual mahal gitu.
2.
Sudah punya pacar?
“Ada niat
menikah dalam waktu dekat?”
Hati-hati dengan pertanyaan ini, usahakan anda tetap
fokus pada pekerjaan. Pertanyaan ini biasanya sangat rawan jika ditujukan
kepada calon pegawai wanita. Kenapa ? karena jika wanita tersebut memutuskan
akan segera menikah, maka ada kemungkinan satu tahun yang akan datang ia akan
hamil dan melahirkan dan sebagainya dan itu semua memaksa ia mengambil cuti
cukup panjang, atau ia akan mengundurkan diri mengikuti sang suami yang bekerja
di luar kota
atau memilih menjadi ibu rumah tangga. Singkatnya, perusahaan harus mencari
penggantinya dan mengeluarkan biaya untuk perekrutan karyawan baru lagi.
Contoh respon; akan lebih baik kalau anda menjawab
“sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup terlebih
dahulu sebelum memutuskan untuk menikah.”
3.
Anda bersedia di tempatkan
di luar pulau jawa?
Awas Pertanyaan
Jebakan
Ingat ! anda yang butuh pekerjaan, jangan banyak meminta di awal-awal. Ungkapkan
secara halus bahwa anda lebih suka bekerja di pulau jawa, namun tidak menutup
kemungkinan anda akan menuruti kebijaksanaan perusahaan.
Contoh respon : “Saya bersedia di tempatkan dimana saja sesuai
kebijaksanaan perusahaan, selama tenaga dan kemampuan saya dibutuhkan. Tapi,
saya akan merasa sangat senang jika tetap di tempatkan di pulau Jawa.”
4.
Jika sudah pernah
bekerja, apa alasan anda pindah?
Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur, namun singkat dan
jelas termasuk jika hal tersebut karena anda dipecat. Namun yang perlu
diperhatikan, anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu anda
perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini,
jangan sampai anda terbawa emosi, apalagi sampai kontak fisik, jika itu yang
terjadi; pastinya bukan pekerjaan yang anda dapat, tapi masalah.
Jangan pernah memberi jawaban yang menjelek-jelekkan tempat kerja anda yang
lama atau apapun yang konotasinya negatif.
Contoh respon yang NEGATIF (Don’t Try This in
Your Interview);
“saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan
pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itu pun tidak membuat gaji saya naik.’’
Pewawancara berpikir, apa yang akan anda katakan jika suatu saat keluar
dari perusahaannya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang anda ungkapkan
pada-nya tentang perusahaan lamanya.
Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur
dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada
masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.”
5. Apa yang anda inginkan dalam hidup anda ?
Ungkapkan secara halus dan
pertimbangkan ketika merespon pertanyaan jenis ini :
•
Kejujuran, ambisi, keinginan anda untuk bekerja
pada perusahaan.
•
Jangan mengungkapkan secara
keseluruhan akan hal yang menyangkut pribadi (seperti pernikahan, keluarga),
namun fokus pada tujuan anda secara profesional.
•
Contoh respon terhadap pertanyaan di atas :
”Untuk anda ketahui bahwa saya adalah orang yang
tepat untuk mengisi jabatan yang ditawarkan. Dan jika dalam masa mendatang
nanti saya dicalonkan pada posisi yang lebih tinggi, maka saya tidak akan
melewatkannya.
"Saya ingin menjadi yang terbaik dalam
perusahaan ini sebagai………”
6.
Sebutkan kepribadian yang anda miliki yang mencerminkan kemampuan memimpin.
Contoh respon; saya
memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain sehingga saya dapat mengarahkan
rekan-rekan saya untuk mencapai satu tujuan.
7.
Menurut anda, kualitas apa yang dibutuhkan seorang pemimpin ?
Pemimpin harus cerdas,
karena banyak orang akan bergantung padanya, tercapai atau tidaknya tujuan
organisasi sebagian besar berada di tangannya.
8.
Pertanyaan mengenai
riwayat pendidikan :
Ø Mengapa anda memilih jurusan tersebut, jelaskan alasannya
Ø Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
Ø Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
Ø Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
Ø Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
Jawab semua pertanyaan di atas dengan jujur sesuai yang pernah anda alami
dan yang terpenting jangan sampai anda menunjukkan suatu kelemahan yang
sekiranya dapat mengganggu pekerjaan anda nantinya.
9.
Sebutkan pekerjaan
orang tua anda?
Tunjukkan kebanggaan atas latar belakang keluarga, meskipun itu semisal
sangat sederhana: “Ayah saya adalah seorang petugas keamanan dan ibu saya
adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif.” Tapi hati-hati untuk tidak
berlebihan sehingga terkesan congkak, misal ”Ayah saya adalah seorang Jenderal
bintang kecil”.
10. Ceritakan mengenai
pengalaman kerja anda
Ceritakan pengalaman
kerja yang anda alami dan prestasi-prestasi yang pernah anda capai dalam
pekerjaan itu. Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk
menceritakan mengenai aktivitas ekstrakurikuler selama studi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar